Powered by Blogger.
RSS

KYAI KU PAHLAWANKU

Assalammu'alaikum Wr.Wb

       Teman-teman gimana kabarnya nihh????Semoga baik-baik ja ya..oya maaf saya baru bisa posting hari ini,karena kemarin-kemarinya saya sangat repot,,,emmm,disini saya akan mencoba menceritakan pahlawan saya,sebelumnya saya akan memperkenalkan biodata pahlawan saya,agar kalian lebih akrab/mengenal tema pahlawan yang akan saya posting ini....Baiklah teman-teman...... 
         Disini saya akan mengenalkan kepada kalian siapa pahlawan saya sesungguhnya...pahlawan yang saya maksud ini bukan dalam arti SUPER HERO,ya??? Teman-teman melainkan pahlawan yang sangat berjasa bagi saya,dan bagi kalian semua..dan berguna bagi nusa dan bangsa.
    
                 
          .
  •        Latar Belakang
Hari Pahlawan, 10 November. Ya. Mungkin diantara kita telah banyak yang melupakan hari sakral tersebut. Bahkan kita pun cenderung alpa untuk memperingatinya. Di sekolah - sekolah sekalipun, seakan tidak tergugah untuk memberi reward kepada pahlawan tanpa tanda jasa atau hanya sekedar mengingatkan kembali makna pahlawan yang sesungguhnya kepada para murid. Upacara peringatan Hari Pahlawan pun, telah semakin jarang dijumpai. Masyarakat bahkan tidak sempat memberikan penghormatan kepada Hari Pahlawan, walau hanya sekedar mengibarkan bendera Merah - Putih di depan rumah mereka.
Murid - murid sekolah zaman sekarang justru lebih mengenal wajah Justin Bieber dan Syahrini ketimbang wajah - wajah pahlawan seperti Ki Hajar Dewantara dan R.A. Kartini. Kita tak menyadari, bahwa kehidupan kita saat ini dibuat dari tetesan darah dan keringat para pahlawan. Sungguh ironis.
       
Makna Pahlawan yang sesungguhnya adalah semua orang yang rela dan mau membantu atau berbuat baik kepada orang lain, bangsa ataupun negara tanpa adanya rasa pamrih. Dan kita juga harus mengetahui pahlawan masa kini, bukan hanya pahlawan yang berperang pada zaman penjajahan saja. Bahkan, kita juga dapat turut menjadi pahlawan.
       
    Baiklah langsung saja kita mulai perkenalannya..Pahlawan saya ini bernama KYAI ASEP ABDULLOH,beliau lahir pada tanggal 27 mei 1972,alamat wonotirto.beliau mempunyai istri yg bernama ainul inayati,dan memiliki 2 anak laki-laki.anak laki-laki yang pertama bernama Azmi faqih,dan anak laki-laki yang kedua bernama Nazril wafa.

           KYAI ASEP ABDULLOH adalah seorang pemimpin salah satu lembaga pendidikan agama,berupa pondok pesantren,beliau menjadi pimpinan dilembaga tsb.
lembaga itu dinamakan PONDOK PESANTREN SALAFIAH BUSTANUL ILUM.
beliau juga berperan penting dalam masyarakat sebagai panutan masyarakat diwonotirto dan sekitarnya
didalam lembaga yang beliau pimpin terdapat santri dari beberapa penjuru daerah.selain memiliki pondok pesantren bebiau juga mempunyaiyayasan madrasah MI,MTS dan MA YPBU.
  •         Preestasiyang selama ini beliau capai :
*SD    :   juara 1 membaca Al-Qur'an
*SMP :   juara 1 Qiroatul Qur'an
*SMA :   juara 1 hafidz Qur'an

                                       KYAI ASEP ABDULLOH DAN IBU AINUL INAYATI
 
                               PHOTO KELUARGA BESAR BPK KYAI ASEB ABDULLOH
                                                      PUTRA PERTAMA(AZMI FAQIH)
                                                       PUTRA KEDUA(NAZRIL WAFA)




Wassalammu'alaikum Wr.Wb

                           









              

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bulan (Provokasi) Bahasa



Bulan (Provokasi) Bahasa

Bulan Oktober telah ditetapkan pemerintah sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Namun gaung even tahunan ini tidak dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.  Ironisnya lagi, kecuali Pusat Bahasa, institusi pendidikan pun tidak banyak yang turut serta berpartisipasi mensosialisasikan “hari jadi” bahasa Indonesia ini melalui berbagai kegiatan kebahasaan atau apresiasi sastra yang diperuntukkan bagi pelajar atau mahasiswa.
Kritik pedas Taufik Ismail mengenai buta sastra di negeri ini memang ironi memalukan.    Pelajaran bahasa Indonesia diperlakukan sebatas syarat mendapatkan nilai dan lulus ujian.  Tanpa ada provokasi untuk menciptakan gairah bahasa, gairah nalar, dan gairah imajinasi dalam proses pengajaran.  Sastra Indonesia pun layu bahkan sekarat dalam dunia pendidikan kita.
Jika alasan keterbatasan waktu dan dana menjadi penghalang untuk ikut serta memeriahkan bulan bahasa, maka para pendidik tidak perlu memaksakan diri untuk menyelenggarakan lomba menulis cerpen atau musikalisasi puisi di sekolah.  Tapi keterbatasan ini pun hendaknya tidak menciutkan niat para pendidik memprovokasi pelajar di sekolah untuk cinta bahasa dan “melek” sastra.
Usaha minimal yang dapat kita lakukan saat belajar bahasa Indonesia di dalam kelas adalah membangkitkan kembali memori kolektif para pelajar tentang peristiwa 28 Oktober 1928.  Sempatkan waktu barang setengah jam saja untuk menceritakan semangat nasionalisme pemuda kala itu yang berani berikrar menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ceritakan juga tentang peristiwa yang jauh terjadi sebelum Sumpah Pemuda dikumandangkan, yakni saat Jahja Datoek Kajo dan Agus Salim dengan lantang berani berpidato dalam Volksraad (saat ini DPR) dengan menggunakan bahasa Indonesia  (“Pidato Otokritik di Volksraad 1927-1939”, Azizah Entek dkk).  Peraturan pemerintah Hindia Belanda yang mengharuskan berbahasa Belanda saat berpidato di meja Volksraad, tidak dihiraukan oleh pemuda-pemuda pemberani itu.  Kesadaran tentang bahasa persatuan pula yang menginspirasi mereka membangun Rumah Bahasa, sebuah rumah yang digunakan untuk merangkum segala bahasa di kepulauan nusantara.
Bulan bahasa tidak semata-mata dimaknai dengan berbagai lomba dan sayembara menulis.  Usaha membangkitkan kembali memori kolektif sejarah bahasa Indonesia pun sangat berguna bagi masyarakat bangsa ini untuk sembuh dari amnesia berkepanjangan.  Kesalahan sistemik dunia pendidikan yang semakin meminggirkan sejarah bahasa Indonesia harus segera dihentikan.
Jadikan momen bulan bahasa ini untuk memprovokasi pelajar dan masyarakat “melek” sejarah bahasa dan
  sastra Indonesia.  Tentu saja ini bukan sebuah proses provokasi yang mudah ditengah kondisi masyarakat kita yang terpuruk secara ekonomi dan sosial. Tapi bukankah, selalu ada awal untuk sebuah perjuangan namun tak pernah ada akhir?

sumber: http://akusukamenulis.wordpress.com/2010/10/04/bulan-provokasi-bahasa/

                   HASIL PELAKSANAAN BULAN BAHASA DI SMA NEGERI 1 BELITANG

Berikut adalah daftar lomba-lombanya:
            Pada tanggal 25 Oktober,
1.       Puisi
2.      Tutur Cerita Rakyat
3.      Ranking 1
4.      Pidato Menirukan Tokoh
Pada tanggal 26 Oktober,
1.       Lawak
2.      MC
Pada tanggal 28 Oktober, merupakan puncak kegiatan(Grand Final)
Dan pada tanggal 28 Oktober merupakan puncak dari semua kegiatan diatas. Hari itu dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Tidak hanya itu, setelah upacara selesai, ada penampilan dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Belitang. Mereka menampilkan ekstrakurikuler Marching Band dan Kuda Lumping. Penampilan mereka sangatlah menarik dan menghibur semua warga SMA Negeri 1 Belitang.


 































KELOMPOK-KELOMPOK LAWAK,,,,UNOS 2.....GANBATE
















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS